Jumat, 26 Juni 2020

WEBINAR

ERA 4.0 MEMBAWA PERUBAHAN YANG RELEVAN


Jakarta, USNI – Di Era 4.0 semua orang di harapkan untuk tahu mengenai platfom digital. Baik pelajar, mahasiswa, pekerkerja sampai wirausaha. saat pandemi covid-19 belom berakhir maka semua orang akan berusaha buat untuk mengikuti perkembangan zaman. Perubahan tersebut diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP-USNI) yang membuat kegiatan seminar dengan model daring dengan tema Berkreasi di Era Perubahan Teknologi Revolusi Industri 4.0, selasa (23/6). 

Seminar yang membahas tentang perubahan cara berkreasi pada teknologi 4.0 ini turut mengundang beberapa pembicara seperti, Astrid Savitri (pegiat media sosial dan penulis buku 4.0), Yadi Kusmayadi (senior manager HSE (subsea) at bumi armada), Radita Gora (Dekan FISIP-USNI), Risqi Inawayah Dwijayanti (Dosen Ikom-USNI). 

Dalam seminar tersebut masing-masing pembicara membawakan materinya yang sudah sesuai keahlian. Pemateri pertama dalam seminar tersebut adalah Radita Gora yang membicarakan mengenai pemanfaatan teknologi yang menjadi sebuah kewajiban bagi masyarakat untuk membiasakan terutama dalam kondisi pandemi seperti ini. 

“kita tidak ada elektronik, maka kita tidak dapat berkutik. Saya sebagai dosen kalo tidak ada yang namanya teknilogi internet, atau komputer saya tidak dapat bekera dan mengajar. Untuk itu secara terkomersif teknologi menjadi kebutuhan primer" ujar Radita gora selaku pembicara dalam seninar online.

Senada dengan Radita mengenai paksaan teknologi terhadap masyarakat, Astrid vivi juga menyatakan bahwa kemajuan teknologi saat ini sudah melahirkan kreativitas baru dan mengolah pemahaman bahwa teknologi mampu membunuh kreativitas masyarakat. Padahal dari adanya perkembangan teknologi tersebut banyak masyarakat yang justru berkreasi seperti membuat google, airbnb, dan gojek.

“Banyak dikatakan bahwa teknologi membunuh kreativitas. Misalnya pada saat saya kecil ibu saya berkata jangan terlalu banyak menonton tv atau jangan terlalu banyak bermain game komputer yang masih arcade juga dibilang bahwa itu membunuh kreatifitas. Tapi ternyata apa yang terjadi, generasi saya yang meskipun tv atau game arcade itu dituduh tidak kreatif buktinya kita kreatif” Tutur Astrid.

Selain pemanfaatan dalam berkreatif masyarakat juga harus memahami dan menguasai perkembangan teknologi 4.0 agar dapat bertahan dalam kehidupan. Pekerjaan yang biasa di kerjakan oleh masyarakat sebagai manusia tentunya dapat saja tergantikan oleh teknologi 4.0 ini. Sehingga perlahan pemanfaatan digital harus di kembangkan.

Hal tersebut juga di pertegas oleh Yadi Kusmayadi dalam pernyataannya pada kegiatan ini. “Dimana peran kita untuk dapat terus berkreatifitas, dan sebagai seorang pekerja dimana peran kita dan bagaimana diri kita supaya bisa survive, bagaimana diri kita bisa sustains, kalau tidak maka kita akan terkena hukum alam, artinya kita akan tergeser.” tegas Yadi Kusmayadi (23/06).

Pemikiran yang sejalan dengan pernyataan Yadi pun akhirnya di ucapkan oleh Risqi Inayah selaku akademisi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar mengajarnya. “Yang saya manfaatkan contohnya adalah dalam mata kuliah Jurnalistik Baru saya meminta mahasiswa saya untuk menulis dengan digital online, mereka harus membuat website secara pribadi seperti blogspot” Ucap Risqi.

Dari materi yang disampaikan oleh para pembicara dalam seminar tersebut juga relevan dengan realita kehidupan saat ini, dan pengaplikasi nyata untuk dapat memberikan gambaran bahwa saat ini memangharus memaksa pengetahuan dari teknologi.(EP)

Jumat, 19 Juni 2020

Talkshow


Talkshow memumbuhkan kekreatifan Mahasiswa Ditengah New Normal Covid-19 


Jakarta, USNI- Sudah hampir 4 bulan lamanya perkuliahan di lakukan dengan elearning (online), hal ini tentu sangat membuat mahasiswa berlomba-lomba untuk mengasah ilmu yang di dapat melalui kegiatan di luar jam kuliah, Entah mengikuti webinar ataupun Talkshow online. 

Untuk itu,  Fakultas Ilmu Soisal dan Ilmu Politik  Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP-USNI) mengadakan Talkshow yang bertema Peran Anak Muda Ditengah New Normal Covid-19,Selasa (16/6), 

Talkshow tersebut membahas mengenai aktifitas - aktifitas yang dapat di lakukan selama masa Pandemi COVID 19 khusunya Mahasiswa FISIP-USNI. Acara yang di hadiri oleh narasumber Intan Rahmawati (Selebgram), Kheni Raihan (Youtober), Achmad Budiman (pengusaha Muda), dan Bayu Putra (Podcaster).

Bagi dunia podcaster Bayu mengatakan pademic ini tidak terlalu berpengaruh karena platfom digital bisa di konsumsi di mana saja. 

"sebagai Podcaster yang berada di dunia digital, sebenernya tidak ada pengaruh apapun, hanya saja sempat tertunda event yang bekerja sama dengan perusahaan besar, tapi karena masa pandemi seperti ini jadi tersendat" ujar Bayu putra saat Talkshow secara Online.

Beda dengan obrolan Bayu Putra, pada obrolan Pengusaha muda Achmad Budiman lebih mengarahkan untuk anak-anak muda bisa menjadi wirausahawan di tengah masa pandemi Covid-19 ini. 

"Saya pengen anak - anak muda aktif berwirausaha, ya saya akui kemaren saat PSBB sangat mempengaruhi sektor perdagang. Tapi dengan adanya new normal ini dan bantuan dari platform digital dapat membantu signifikasi penjualan" kata Achmad Budiman dalam talshow online.

Adanya talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan ide- ide kreatif anak muda di masa transisi new normal supaya dapat memanfaatkan platfom digital di masa pandemi Covid-19 ini . (EP)


Infografis Masa New normal dan Tips olahraga di luar Rumah








Kamis, 04 Juni 2020

Fase New Normal Dimasa Pandemi Covid19

Simpang siurnya pemberitaan covid19 dengan membukanya kembali transportasi baik darat maupun udara. Kini membuat banyak masyarakat gaduh. Untuk itu tepat di hari kamis 4 juni 2020 gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumkan bahwa masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan di perpanjang. 

Di perpanjangnya PSBB Di jakarta, artinya kebijakan ganjil genap kendaraanpun juga kembali di tiadakan.

"Sedikit saya rangkum dari live streaming Bapak Anies Baswedan itu kita sekarang belum masuk new normal tapi kita lagi transisi, Dari PSBB ke new normal dan ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan di luar tapi ada peraturan - peraturannya," kata selebgram Awkarin dalam snapgram QnAnya, kamis (4/6).

Sebelum di perpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini statusnya masih transisi menuju normal.

"Menurut saya apabila perpanjangan masa PSBB akan di tetapkan lagi, itu berarti pemberlakakuan ganjil genap akan di lakukan pertahap dan melihat situasi kondisi selama masa transisi tersebut. Pertahap yang saya maksud adalah tidak di terapkan dulu ganjil genap," ujar Deryl Ravi warga jakarta barat, kamis (4/6)

Kegiatan trasisi ke new normal tandanya akan berbeda dengan PSBB yang lalu, karena sedikit demi sedikit kegiatan yang membawa dampak perekonomian akan di normalkan kembali perlahan. Sehingga hal tersebut dapat menjadi suatu penelitian untuk ketetapan peraturan baru.

Penulis : endang_p
Nim : 051703503125051

Ratusan Orang Demo Menolak Omnibus Law

Demo Tolak Omnibuslaw Terjadi Langsung Didepan Gedung DPR jakarta- Ribuan buruh pegawai dan mahasiswa melakukan aksi demo didepan g...