ERA 4.0 MEMBAWA PERUBAHAN YANG RELEVAN
Jakarta, USNI – Di Era 4.0 semua orang di harapkan untuk tahu mengenai platfom digital. Baik pelajar, mahasiswa, pekerkerja sampai wirausaha. saat pandemi covid-19 belom berakhir maka semua orang akan berusaha buat untuk mengikuti perkembangan zaman. Perubahan tersebut diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Universitas Satya Negara Indonesia (FISIP-USNI) yang membuat kegiatan seminar dengan model daring dengan tema Berkreasi di Era Perubahan Teknologi Revolusi Industri 4.0, selasa (23/6).
Seminar yang membahas tentang perubahan cara berkreasi pada teknologi 4.0 ini turut mengundang beberapa pembicara seperti, Astrid Savitri (pegiat media sosial dan penulis buku 4.0), Yadi Kusmayadi (senior manager HSE (subsea) at bumi armada), Radita Gora (Dekan FISIP-USNI), Risqi Inawayah Dwijayanti (Dosen Ikom-USNI).
Dalam seminar tersebut masing-masing pembicara membawakan materinya yang sudah sesuai keahlian. Pemateri pertama dalam seminar tersebut adalah Radita Gora yang membicarakan mengenai pemanfaatan teknologi yang menjadi sebuah kewajiban bagi masyarakat untuk membiasakan terutama dalam kondisi pandemi seperti ini.
“kita tidak ada elektronik, maka kita tidak dapat berkutik. Saya sebagai dosen kalo tidak ada yang namanya teknilogi internet, atau komputer saya tidak dapat bekera dan mengajar. Untuk itu secara terkomersif teknologi menjadi kebutuhan primer" ujar Radita gora selaku pembicara dalam seninar online.
Senada dengan Radita mengenai paksaan teknologi terhadap masyarakat, Astrid vivi juga menyatakan bahwa kemajuan teknologi saat ini sudah melahirkan kreativitas baru dan mengolah pemahaman bahwa teknologi mampu membunuh kreativitas masyarakat. Padahal dari adanya perkembangan teknologi tersebut banyak masyarakat yang justru berkreasi seperti membuat google, airbnb, dan gojek.
“Banyak dikatakan bahwa teknologi membunuh kreativitas. Misalnya pada saat saya kecil ibu saya berkata jangan terlalu banyak menonton tv atau jangan terlalu banyak bermain game komputer yang masih arcade juga dibilang bahwa itu membunuh kreatifitas. Tapi ternyata apa yang terjadi, generasi saya yang meskipun tv atau game arcade itu dituduh tidak kreatif buktinya kita kreatif” Tutur Astrid.
Selain pemanfaatan dalam berkreatif masyarakat juga harus memahami dan menguasai perkembangan teknologi 4.0 agar dapat bertahan dalam kehidupan. Pekerjaan yang biasa di kerjakan oleh masyarakat sebagai manusia tentunya dapat saja tergantikan oleh teknologi 4.0 ini. Sehingga perlahan pemanfaatan digital harus di kembangkan.
Hal tersebut juga di pertegas oleh Yadi Kusmayadi dalam pernyataannya pada kegiatan ini. “Dimana peran kita untuk dapat terus berkreatifitas, dan sebagai seorang pekerja dimana peran kita dan bagaimana diri kita supaya bisa survive, bagaimana diri kita bisa sustains, kalau tidak maka kita akan terkena hukum alam, artinya kita akan tergeser.” tegas Yadi Kusmayadi (23/06).
Pemikiran yang sejalan dengan pernyataan Yadi pun akhirnya di ucapkan oleh Risqi Inayah selaku akademisi yang memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar mengajarnya. “Yang saya manfaatkan contohnya adalah dalam mata kuliah Jurnalistik Baru saya meminta mahasiswa saya untuk menulis dengan digital online, mereka harus membuat website secara pribadi seperti blogspot” Ucap Risqi.
Dari materi yang disampaikan oleh para pembicara dalam seminar tersebut juga relevan dengan realita kehidupan saat ini, dan pengaplikasi nyata untuk dapat memberikan gambaran bahwa saat ini memangharus memaksa pengetahuan dari teknologi.(EP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar